Ceritaku13 Oktober 2026

Tiga Murid, Tiga Cerita, dan Perjalanan Belajar Menggosok Gigi

Pengalaman mendampingi Akthar, Aldo, dan Putri dalam belajar menggosok gigi mengajarkan saya bahwa setiap murid memiliki karakter dan kebutuhan belajar yang berbeda. Melalui kegiatan bina diri sederhana ini, saya belajar pentingnya mengenali karakter murid, memberikan pendampingan yang sesuai, dan menumbuhkan kemandirian dalam menjaga kebersihan diri.

0 views· 0 tanggapan
Tiga Murid, Tiga Cerita, dan Perjalanan Belajar Menggosok Gigi

Dari belajar menjaga kesehatan gigi hingga mengenal karakter masing-masing, ada banyak hal sederhana yang ternyata meninggalkan kesan.

Menggosok gigi mungkin terdengar seperti kegiatan sehari-hari yang biasa dilakukan tanpa banyak berpikir. Namun, saat mendampingi Akthar, Aldo, dan Putri dalam pembelajaran bina diri tentang menjaga kesehatan gigi, saya menyadari bahwa keterampilan sederhana ini juga membutuhkan proses belajar. Murid perlu mengenal alat yang digunakan, memahami waktu yang tepat untuk menggosok gigi, membedakan makanan dan minuman yang baik bagi kesehatan gigi, serta mempelajari urutan menggosok gigi dengan benar.

Dalam prosesnya, saya belajar bahwa setiap murid memiliki kebutuhan dan cara belajar yang berbeda. Karena itu, pembelajaran tidak cukup hanya dilakukan dengan penjelasan. Saya perlu menggunakan contoh yang konkret, memberikan arahan yang mudah dipahami, dan mendampingi mereka sesuai kebutuhan masing-masing.

Akthar dan semangatnya saat mendapat hadiah

Salah satu hal yang saya ingat dari Akthar adalah semangatnya yang meningkat ketika mendapatkan hadiah. Hal ini menjadi salah satu cara untuk menarik minatnya dalam mengikuti kegiatan belajar. Dari pengalaman tersebut, saya belajar bahwa apresiasi sederhana dapat membantu membangun motivasi murid. Tentunya, hadiah bukan sekadar sesuatu yang dinantikan, tetapi juga dapat menjadi kesempatan untuk menghargai usaha yang sudah dilakukan selama proses belajar.

Dalam pembelajaran menggosok gigi, saya semakin memahami pentingnya memberikan dorongan yang sesuai agar Akthar mau terlibat dalam kegiatan dan berlatih mengikuti langkah-langkah yang diajarkan.

Aldo, si lucu dan aktif yang membawa keceriaan

Aldo memiliki karakter yang lucu dan aktif. Karakter ini memberikan warna tersendiri selama pengalaman saya mendampingi murid. Saat mengajarkan keterampilan menggosok gigi, saya belajar bahwa suasana yang menyenangkan perlu diimbangi dengan arahan yang jelas agar murid tetap dapat mengikuti kegiatan pembelajaran.

Pengalaman bersama Aldo mengingatkan saya bahwa mengenali karakter murid merupakan bagian penting dari proses mengajar. Dengan memahami karakter mereka, saya dapat berusaha memilih pendekatan yang membuat kegiatan belajar terasa lebih nyaman dan menarik.

Putri yang ingin menjadi Daviena

Ada satu cerita unik tentang Putri yang masih saya ingat. Putri ternyata sangat mengagumi Daviena sampai ingin mengganti namanya menjadi Daviena juga. Cerita ini menjadi sisi menarik dari pengalaman saya mengenal Putri di luar kegiatan pembelajaran.

Sementara dalam pembelajaran menggosok gigi, Putri juga memiliki kebiasaan yang perlu mendapat perhatian, yaitu memakan pasta gigi. Pengalaman ini membuat saya semakin memahami pentingnya pendampingan langsung saat murid belajar merawat diri. Murid perlu mengetahui bukan hanya fungsi sikat gigi dan pasta gigi, tetapi juga cara menggunakannya dengan benar dan aman.

Dari Putri, saya belajar bahwa mengajarkan bina diri perlu memperhatikan kebiasaan yang muncul selama kegiatan berlangsung. Arahan sederhana, contoh langsung, dan pengawasan menjadi bagian penting untuk membantu murid membangun kebiasaan menjaga kebersihan diri.

Lebih dari sekadar belajar menggosok gigi

Pengalaman bersama Akthar, Aldo, dan Putri membuat saya memahami bahwa mengajarkan keterampilan bina diri bukan hanya tentang memastikan murid mengetahui urutan suatu kegiatan. Ada proses mengenali karakter, membangun motivasi, memberikan contoh, dan menyesuaikan pendampingan dengan kebutuhan masing-masing murid.

Saya juga belajar bahwa hal-hal kecil dapat memberikan pemahaman yang besar bagi saya sebagai calon guru Pendidikan Luar Biasa. Semangat Akthar saat mendapat hadiah, karakter Aldo yang lucu dan aktif, serta cerita Putri yang ingin menjadi Daviena membuat pengalaman ini terasa lebih dekat dan berkesan.

Pada akhirnya, saya menyadari bahwa setiap murid membawa cerita dan kebutuhan yang berbeda ke dalam kelas. Tugas saya bukan menyamakan proses belajar mereka, melainkan mencari cara agar setiap murid mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kemandiriannya. Dari kegiatan sesederhana menggosok gigi, saya mendapatkan pelajaran berharga tentang kesabaran, pemahaman, dan arti mendampingi murid dengan sepenuh perhatian.

Tanggapan (0)

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.

Tulis Tanggapan

Tanggapan Anda akan ditinjau oleh guru sebelum tampil publik.